Selasa , Mei 26 2020
Home / Bintan / Tuntut Ganti rugi lahan masyarakat paksa tutup kegiatan pembangunan waduk.

Tuntut Ganti rugi lahan masyarakat paksa tutup kegiatan pembangunan waduk.

Anselmus mehor atau Ronall menunjukan lahan warga yang telah diratakan

Galang Batang, Bintan-keprilive. Masyarakat galang Batang jum’at 3 april siang rame rame mengeruduk proyek pembangunan waduk  yang berada di kampung Majiran Rt 07/02 Desa Gunung Kijang dilaksanakan oleh PT.  Bintan Alumina Indonesia ( PT. BAI -red) Kedatangan masyarakat ini dikarenakan tuntutan ganti rugi lahan mereka sampai saat ini belum juga terselesaikan

Menurut salah seorang warga yang bernama Anselmus mehor atau Ronall,  menyebutkan pada media ini,  hal ini terpaksa kita lakukan karena sudah berapa kali dilakukan mediasi namun tidak mendapatkan kesepakatan sementara lahan kita sudah di porak porandakan Pihak pekerja.

Masyarakat berusaha menghentikan operator Kobe

Merasa kehadiran mereka tidak membuahkan hasil yang diharapkan karena di lokasi tidak ada perwakilan PT.  BAI. yang hadir,  masyarakat  mulai gerah karena menunggu perwakilan perusahaan yang tidak ada kepastiannya,  serentak mereka meminta pada para pekerja untuk menghentikan pekerjaan yang nyaris berujung bentrok karena para pekerja tidak mau pekerjaan mereka dihentikan, untungnya dilokasi ada Komandan Rayon Militer Kijang Kapten Aswandi dan anggota Babinsa serta Bhabinkamtibmas yang segera melerai dan meredam kemarahan massa sehingga bentrok tidak terjadi, disaat kemarahan warga mereda baru hadir Hendi yang mewakili PT. Bai

Masyarakat dan perwakilan PT. BAI membuat kesepakatan didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkantibmas

Dihadapan masyarakat Aswandi menyampaikan akan mengawal proses penyelesaian sengketa lahan ini yang akan melibatkan perangkat Desa dan pihak Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bintan, dalam hal ini Aswandi juga mengusulkan kepada dua belah pihak untuk membuat kesepakatan penyelesaian permasalahan ini dengan melibatkan semua pihak terkait, dan usulan ini disambut baik oleh kedua belah pihak serta langsung membuat pernyataan bersama, diakhir pertemuan salah seorang warga bernama Romanus menyampaikan untuk selanjutnya pekerjaan tetap bisa berlanjut, namun apabila nantinya tidak ada penyelesaian maka Romanus dan masyarakat yang lain akan kembali mendatangi lokasi dan menghentikan pekerjaan

Pertemuan warga dan perusahaan yang di mediasi oleh Aswandi berlangsung secara kekeluargaan, setelah menandatangani surat kesepakatan masyarakatpun membubarkan diri//red    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *