Sabtu , April 4 2020
Home / Kepri / Dosen & Pegawai UMRAH lakukan Unjuk Rasa

Dosen & Pegawai UMRAH lakukan Unjuk Rasa

img-20160913-wa0012
Dompak-keprilive.  Kurang lebih dari 70 an orang yg mengatasnamakan Solidaritas Dosen & Pegawai UMRAH  Selasa 13/9 sekitar Pukul 10.50 Wib melakukan Aksi Unjuk rasa di Depan Kantor Gubernur Provinsi Kepri Dompak.Selaku Korlap M. Harzan Syah Hatta SE. Msi (Dosen) sekaligus Penanggung jawab.

Dalam aksi unjuk rasa kali ini massa mengajukan tuntutan/Pernyataan Sikap Sbb :

  1. Direalisasikan Alokasi Dana Hibah APBD Kepri Tahun Anggaran 2016.
  2. Menyatakan keprihatinan yang mendalam atas berlarut larut nya, penyelesaian kebijakan penyaluran hibah UMRAH sebagaimana yg telah ditetapkan didalam perda nomor 1 tahun 2016 ttg APBD Kepri.
  3. Keprihatinan yang mendalam atas tidak dilaksanakan ketentuan administrasi yg seharusnya telah dilakukan oleh SKPD yg ditunjuk oleh kepala daerah sebagai suatu sikap dan tindakan yang tdk prosesianal, subjektif, bahkan dapat dikatagorikan sebuah kelalaian yang disengaja dalam menghambat pengengembangan UMRAH sebagai PTN baru di Provinsi Kepulauan Riau yang dibentuk berdasarkan undang-undang, sebagai mana semangat terbentuknya aspirasi perjuangan provinsi Kepri.
  4. Keprihatianan yg mendalam atas berkembangkangnya distorsi informasi yang semakin bias dan eksploitatif baik yg dilakukan secara sengaja ataupun tidak, yang bisa merusak atmosfir dunia pendidikan khusunya pendidikan tinggi di provinsi Kepri.
  5. Untuk itu dengan segala kehormatan kepada gubernur Kepri, sebagai kepala daerah untuk secara konsekuensi ketentuan dalam kebijakan administrasi pelaksanaan hiba kepada UMRAH, sebagaimana telah ditetapkan oleh per undang undang, dimana setiap pemberian hibah dituangkan dalam NPHD oleh kepala daerah kepada penerima hibah sebagaimana yg tercantum dalam pasal 13 Permendagri 32/2011. Hal ini dapat dilakukan mengingat pejabat yg diberi kewenangan untuk menandatangi NPHD dianggap lalai dan tidak profesional.

Pukul 11. 15 Wib perwakilan pendemo diterima oleh Asisten III Provinsi Kepri Misbardi. dalam pertemuan itu Misbardi menyampaikan bahwa Gubernur lagi ada tugas ke Jakarta, namun kalau bapak ingin tetap bertemu kita bertemu di Batam nanti malam, karena Bpk Gubernur ada acara pelepasan PON.

Mengenai Dana Kami telah cek ke BKKD, Dana ini tersedia namun prosesnya harus di dudukan dahulu. Selain daripada itu Kami sudah mengirim surat ke T4D atau Kejaksaan tentang dana Hibah tersebut, apakah berpotensi melanggar hukum atau tidak, apabila di T4D menyatakan tidak ada permasalahan maka dana hibah tersebut akan segera di cairkan.ungkap Misbardi

Winata Wira selaku perwakilan pegawai UMRAH menyampaikan “ Sejak pertemuan kami di Dinas Pendidikan 2 September lalu, kami meminta audiensi kepada Gubernur dan sampai saat ini belum bertemu Gubernur.

– Kami datang kesini tidak ada sedikit pun cara-cara provokasi, kami kesini hanya utk audensi terhadap Gubernur.

– Hibah UMRAH sederhana namun menjadi rumit karena di Politasasi di pemilihan Gubernur dan Pemilihan rektor UMRAH.

– Proses pemberian Hibah dana nya ada, namun kenapa Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kepri tidak mau menandatangani.

– Hari ini kami mengantar kan surat yang ditujukan ke Yatim Mustafa selaku Kepala Dinas Pendidikan Kepri surat tentang Berita Acara Menolak menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah atas realisasi Hibah kepada UMRAH.

Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kepri Yatim Mustafa mengatakan “Saya sedang menunggu surat keluar dari T4D  Kejati, kalau surat dari T4D keluar maka sy akan menandatangani”.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan agar pemerintah Provinsi segera merealisasikan pencairan dana hibah untuk kampus UMRAH, mengingat 13 Bulan para dosen dan pegawai non PNS umrah belum dibayarkan gaji, karna gaji para pegawai non PNS Umrah ditanggung oleh pemerintah Provinsi, selaku pendiri yayasan UMRAH.

Pukul 12.25 Wib Massa membubarkan diri dalam keadaan tertib dan aman.//Akhmad. S

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *